Tanggapan Nissan Indonesia soal potensi Leaf jadi taksi listrik

Jakarta (ANTARA) – Nissan Indonesia berupaya menghadirkan kendaraan terlektrifikasi secara lebih cepat di Tanah Air melalui produk Nissan Leaf pada 2020.

Namun Nissan belum memastikan apakah kehadiran mobil listrik terlaris dunia itu diperuntukkan untuk pengguna pribadi atau akan disodorkan ke korporasi, misalnya sebagai armada perusahaan, taksi atau angkutan percontohan lainnya.

Head of Product Communication PT Nissan Motor Indonesia (NMI), Hana Maharani memastikan Nissan Leaf akan masuk Tanah Air tahun depan, namun ia mengatakan masih terlalu dini untuk membahas penggunaan mobil itu di masa depan.

“Kami sudah konfirmasi mau bawa Leaf ke Indonesia,” kata Hana Maharani di Banda Aceh, Senin (29/4).

Ketika ditanya apakah model itu akan digunakan sebagai taksi listrik, Hana menjawab, “Terlalu dini untuk membicarakan itu. Kita lihat nanti.”

Pekan lalu, penyedia transportasi Bluebird mengumumkan penggunaan mobil listrik melalui model BYD dan Tesla Model X. Taksi “Burung Biru” itu menyatakan siap kerja sama dengan pihak lain untuk mengembangkan ekosistem mobil listrik.

Hana pun mengapresiasi langkah yang dilakukan berbagai pihak untuk mengembangkan ekosistem mobil listrik, karena akan mengembangkan pasar di segmen itu.

“Mobil listrik, Nissan tidak bisa sendirian, tapi butuh ekosistemnya juga. Semakin banyak pemain di market ini, maka semakin bagus. Semakin banyak pemain, marketnya akan terbentuk,” jelas Hana.

Leaf yang bakal diboyong Nissan ke nusantara merupakan mobil listrik terlaris di dunia dengan penjualan 400ribu unit sejak 2010. Tahun ini, Nissan telah memperkenalkan kendaraan listrik itu ke Australia, Selandia Baru, Singapura, Korea Selatan, Thailand, Hong Kong, dan Malaysia.

Baca juga: PLN suplai kelistrikan E-Taxi Blue Bird

Baca juga: Bluebird luncurkan armada mobil listrik

Baca juga: Hong Kong mulai gunakan taksi listrik

Pewarta:
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2019