Spesifikasi dan tiga keunggulan Jimny untuk pasar Indonesia

Tangerang, Banten (ANTARA) – PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memasarkan mobil di kelas sport utility vehicle (SUV) kompak, Jimny generasi keempat, yang menawarkan tiga keunggulan utama antara lain kemampuan menjelajah, diproduksi secara detail dan mempertahankan desain sederhana namun ikonis.

Jimny adalah mobil berpenggerak empat roda (4×4), sedangkan Suzuki Indonesia pernah memproduksi versi Katana berpenggerak dua roda (4×2) pada 20 tahun lalu.

“Sebagai kendaraan compact off-road legendaris, Suzuki Jimny memiliki tiga keunggulan utama. Pertama, Jimny dibuat berdasarkan empat fitur penting untuk sebuah kendaraan off-road yang authentic yang disebut dengan All Grip Pro,” kata Direktur Pemasaran PT SIS, Donny Saputra, kepada wartawan di ICE BSD, Tangerang, Banten, Jumat.

Empat fitur yang dimaksud Donny, pertama adalah All Grip Pro yang menawarkan kemampuan off-road mumpuni, berkat penggunaan part-time-four-wheel-drive system yang dilengkapi reduction gear.

“All Grip Pro memuaskan para profesional yang membutuhkan performa mengemudi yang dapat merespon dengan cepat serta bermanuver di medan yang sulit,” katanya.

Fitur kedua yang menunjang adalah penggunaan sasis tangga (Ladder Frame) yang lebih tahan tekanan sehingga sesuai untuk kebutuhan pengguna di medan off road.

Donny menjelaskan, sudut segitiga (three angles) pada bagian kaki-kaki menambah kemampuan mobil untuk melintasi medan curam, sehingga bumper dan bagian bawah mobil tidak terbentur benda atau berbatuan di jalan. Mobil ini juga memiliki ketinggian ke tanah (ground clereance) 210 mm.

Yang keempat adalah penggunaan suspensi Long-stroke 3-link rigid axle, digabungkan rigid full-width axles pada bagian depan dan belakang, guna memperkuat traksi roda saat melintasi medan jalanan yang menantang.

“Ini menjadi solusi yang lebih baik dibandingkan dengan independent suspension yang sering ditemukan pada kebanyakan SUV saat ini,” kata dia.
  Spesifikasi Suzuki Jimny (ANTARA News/HO)

Keunggulan kedua, di luar empat fitur teknis tersebut adalah Jimny dibuat untuk kalangan profesional dan pehobi otomotif, sehingga Suzuki begitu memperhatikan hal-hal terkecil dalam proses produksinya.

“Dari flat luggage space hingga scratch-resistant bumper yang membuat Jimny sesuai untuk digunakan para profesional,” ujar dia.

Model ikonis

Sejak model pertama keluar pada 1979 yakni Jimny LJ10, Suzuki berupaya mempertahankan modelnya agar tidak lekang oleh zaman. Jimny identik dengan sosok mungil, berbentuk kotak, ditambah ornamen-ornamen klasik misalnya lampu bulat, model bumper sederhana dan siluet bodi yang tidak berlebihan.

Desain ini menjadi keunggulan ketiga Suzuki Jimny, karena banyak orang yang mudah mengingat dan mengenali model ini saat melintas di jalanan. Modelnya yang ikonis membuat Jimny lawas tetap diburu oleh pecinta otomotif.

“Produksi 20 tahun lalu harganya masih di atas Rp100 juta dan masih dicari orang,” kata Presiden Komisaris Indomobil Sukses Internasional Subronto Laras seusai pembukaan GIIAS 2019, Kamis (18/7).
  Suzuki Jimny (ANTARA News/Alviansyah P)

Donny Saputra kemudian menyebut Jimny mengusung desain beauty of simplicity, “Suzuki Jimny merupakan model kendaraan legendaris dengan sentuhan original dan karakter yang sederhana, lugas, dan desain yang berjiwa energik.”

Suzuki menjual Jimny dengan satu tipe namun tersedia dalam dua varian transmisi, manual dan otomatis, dengan rentang harga jual Rp315,5 juta hingga Rp330 juta.

Direktur Penjualan Suzuki, Makmur, menjelaskan bahwa Suzuki Jimny akan tersedia dalam unit terbatas setiap bulannya. Sedangkan pengiriman ke diler-diler berbagai daerah sudah dilakukan sejak awal bulan ini.

“Meskipun tidak mendapat secara berlimpah, tapi Indonesia tetap mendapat 50 unit sebulan (dari Jepang),” kata Makmur.

Baca juga: Suzuki pasarkan Jimny di Indonesia seharga Rp315 juta

Baca juga: Daftar mobil baru GIIAS 2019: Toyota Supra, Nissan Xtrail hingga Jimny

Baca juga: Gaya klasik-modern daya tarik Jimny 2018
 

Pewarta: A069
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2019